Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Gender Fusion, Kolaborasi Musisi Bali-Australia
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Di Bali, alat musik gender biasanya digunakan untuk mengiringi pementasan wayang kulit atau upacara potong gigi. Namun di tangan para musisi Bali dan Australia, alunan nada gender berubah menjadi suatu komposisi lagu unik yang kemudian dikenal dengan sebutan gender fusion.
Di padepokan seni di kawasan Celuk Gianyar, Ketut Suardana dan kelompok musik gender fusion yang dipimpinnya setiap hari berlatih memadukan musik tradisonal gender dan modern.Selain pemain gender Ketut Suardana, pencetus ide kolaborasi musik tradisonal gender ini adalah Richard Kaal, seorang pemusik profesional dan pengumpul suara alat musik tradisonal asal Australia.
kolaborasi gender fusion ini, baru dimulai oleh musisi dua negara ini sejak 5 bulan lalu. Richard Kaal yang saat itu sedang menonton wayang kulit, kemudian tertarik untuk menggabungkan musik gender dalam pertunjukan
wayang dengan alat musik modern.
“ Awal munculnya gender fusion ini setelah Richard melihat pertunjukan musik dan tertarik dengan alunan gender,†kata Ketut Suardana.Dibantu 4 musisi lainnya, kelompok gender fusion sebelumnya sudah pentas di Wintermoon music festival di Quensland Australia.Meski tergolong jenis musik baru, komposisi lagu mereka seperti Subali-Sugriwa, Sangut,dan Delem mendapat sambutan hangat dari penonton festival musik yang hadir.
“Dengan adanya kolaborasi ini, saya harap musik tradisonal gender bisa lebih dikenal di mancanegara,†pungkas Suardana.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3296 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 771 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 708 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman