Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Bupati Bharata
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Bupati A.A Gde Agung Bharata betul -betul memerangi penyakit Flu Burung di Kabupaten yang dijuluk kota seni dan budaya ini, setelah melakukan vaksinasi serta pembakaran unggas yang dicurigai mengidap penyakit Flu Burung di Desa Kedewatan, Ubud.
Bupati asal Puri Gianyar ini pada hari Rabu (29/8) kemarin bertempat di Balai Budaya, Gianyar juga memberikan ceramah kepada 296 Bendesa Adat tentang bahayanya penyakit Flu Burung.
Acara yang dikemas pembagian PHR ( Pajak Hotel dan Restauran) kepada masing -masing Bendesa Adat se-Kabupaten Gianyar ini lebih banyak diisi dengan nasehat serta sosialisasi penyakit Flu Burung, maklumlah sebab selama ini Kabupaten Gianyar merupakan basis pariwisata di Bali.
Bupati asal Puri Gianyar ini pada hari Rabu (29/8) kemarin bertempat di Balai Budaya, Gianyar juga memberikan ceramah kepada 296 Bendesa Adat tentang bahayanya penyakit Flu Burung.
Acara yang dikemas pembagian PHR ( Pajak Hotel dan Restauran) kepada masing -masing Bendesa Adat se-Kabupaten Gianyar ini lebih banyak diisi dengan nasehat serta sosialisasi penyakit Flu Burung,
maklumlah sebab selama ini Kabupaten Gianyar merupakan basis pariwisata di Bali.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3859 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1939 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1695 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1545 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1518 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun