Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Asah Duren Musnahkan 171 Unggas
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Tim penanggulangan flu burung kembali melakukan pemusnahan unggas di Jembrana, Kamis (6/9). Untuk kali ini, 171 unggas dimusnahkan di Dusun Temukus, Desa Asah Duren, Pekutatan.
Hal tersebut didasari adanya kematian secara mendadak tiga unggas milik salah seorang warga setempat, Wayan Subadra.Perbekel Asah Duren, Ketut Murdana, mengatakan pihaknya akan terus pro aktif dalam menindaklanjuti laporan warga jika terjadi kematian mendadak pada unggas di wilayahnya, dengan berkoordinasi dengan tim penanggulangan flu burung.
"Untuk kali ini, kami memusnahkan 171 ayam warga karena sebelumnya 3 ekor ayam mati mendadak. Setelah dilakukan rapid tes, ayam-ayam ini dinyatakan flu burung," katanya.Pemusnahan ini tidak hanya didasarkan pada kematian mendadak pada unggas, melainkan juga karena pemilik ayam tersebut tiba-tiba jatuh sakit.
Karena itu, ia dilarikan ke RSU Negara sekitar pukul 01.00 wita dinihari tadi.Plt.
Kadis Kesehatan dan Kessos Jembrana, dr. Putu Suasta, yang dikonfirmasi terpisah menjelaskan tim medis RSU Negara telah melakukan dua kali radiologi terhadap pasien. Dari hasil itu, untuk sementara Badra diduga hanya menderita demam biasa.
"Tapi kami belum memperbolehkannya pulang karena pertumbuhan flu burung di tubuh manusia sangat cepat. Bisa saja nanti kondisi tubuhnya menurun," katanya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3295 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 769 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 707 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman