Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 26 Juli 2026
Pita Maha Menyediakan Makanan Organik
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tak ada orang yang tak mau hidup sehat. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah pemilihan makanan. Jenis makanan organik kini menjadi pilihan. Salah satu Hotel di Kedewatan Ubud menyediakan menu ini.
Hingga sekarang masih banyak orang yang bertanya-tanya mengenai makanan organik.
Banyak juga yang mendefinisikannya sebagai makanan segar tanpa bahan kimia dan pestisida.Kesadaran untuk hidup sehat dengan mengonsumsi makanan organik inilah yang membuat Hotel The Royal Pita Maha, Kedewatan, Ubud menyediakan menu makanan organik ini untuk para tamunya." Hotel The Royal Pita Maha sampai saat ini masih menyediakan menu makanan organik,
makanan ini diolah dari bahan-bahan lokal Bali, " ungkap Rai Sutrisna, IT Supervisor Hotel tersebut.Makanan ini sendiri menurutnya selain lezat juga menambah kesehatan, karena diolah dari bahan-bahal lokal Bali tanpa disentuh bahan-bahan kimia.
" Semua alami, dari rempah-rempah asli Bali, " lanjut Rai.
Hotal yang berarsitektur Bali ini, selain menyediakan makanan sehat yang bermutu, juga menyediakan Therapy Yoga, untuk menjaga kesehatan badan. " Kalau penasaran datang aja ke Hotel The Royal Pita Maha, " pungkasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3856 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1910 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1629 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1516 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1502 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun