Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Pemerintah Propinsi Gelar Lomba Subak Abian
BERITABALI.COM, BULELENG.
Untuk merangsang dan meningkatkan potensi hasil perkebunan di Bali, Pemerintah Propinsi Bali mengelar Lomba Subak Abian dengan tetap mengacu pada konsep Tri Hita Karana.
Demikian terungkap saat Tim Penilai Propinsi Bali melakukan penilaian Lomba Subak Abian dengan menyasar Subak Abian Widya Sari di Desa Bengkel Kecamatan Busungbiu sebagai duta Kabupaten Buleleng.
Ketua Tim Peniliai Dewa Berata mengungkapkan, hasil perkebunan di propinsi Bali memiliki potensi yang harus dikembangkan, bahkan sejak jaman penjajahan Bali telah mampu mengirim hasil perkebunan ke luar negeri."Dari dulu kita sudah dikenal, bahkan hasil perkebunan sudah mampu dikirim melalui Kuta saat jaman belanda, nah potensi ini harus kita kembangkan lagi," ungkapnya.
Ketua Tim Peniliai Dewa Berata mengatakan, konsep pengembangan perkebunan dalam penilaian melalui pembinaan kepada Subak Abian selalu mengacu dan berpedoman pada Tri Hita Karana yang dipadukan dengan kemajuan tekhnologi. "yang terpenting kita padukan Tri Hita Karana dengan tekhnologi modern dalam pengembangan perkebunan subak ini,"
Melalui penilaian subak abian tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi bagi para petani yang tergabung dalam subak untuk mengembangkan hasil pertanian maupun perkebunannya dan subak merupakan warisan leluhur yang harus tetap dipertahankan dan dilestarikan,
sehingga Pemerintah Kabupaten Buleleng tetap memperhatikan keberadaan sejumlah subak yang masih eksis di Kabupaten Buleleng.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3296 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 771 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 708 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman