Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Mayat Misterius Gegerkan Pejarakan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sesosok mayat manusia misterius tanpa identitas dalam kondisi membusuk ditemukan ditengah hutan di Kawasan Taman Nasional Bali Barat, yang masuk dalam wilayah Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak.
Mayat tanpa identitas yang jelas itu, pertama kali ditemukan oleh seorang satpam Hotel Rimbawan, Made Sadra. Tepatnya di kawasan Hutan Lindung Tegal Muara, kawasan Taman Nasional Bali Barat, TNBB, Desa Pejarakan, Gerokgak.
Ciri dari mayat yang ditemukan berambut ikal, muka lonjong serta kulit berwarna sawo matang. “Saat ditemukan, mayat tersebut menggunakan pakaian berupa celana panjang abu-abu, celana pendek yang digunakan di dalam celana panjangnya berwarna hijau loreng dan menggunakan baju kemeja lengan panjang motif kotak-kotak warna hitam,†papar Kapolsektif Gerokgak, AKP. IGN Purnawa.
Disamping mayat tersebut ditemukan sebuah topi berwarna coklat dan sebuah botol minuman suplemen dengan tutupnya dalam keadaan terbuka. “Kita belum temukan adanya tanda-tanda kekerasan dan memang tidak bisa kita kenali juga secara fisik, ini harus diotopsi,†tegas Purnawa.
Untuk mengungkap identitas mayat yang ditemukan, Polsektif Gerokgak usai melakukan olah TKP, langsung mengirimnya ke RSUP Sanglah. “Mayat yang sudah tidak bisa dikenali itu terpaksa dibawa polisi harus ke RSUP Sanglah untuk di otopsi,†papar Kapolsektif Gerokgak. (
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan