Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Ratusan Umat Muslim dan Hindu Buka Puasa Bersama
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ratusan umat Muslim dan Hindu di Denpasar Bali menggelar buka puasa bersama. Buka bersama ini digelar untuk meningkatkan tali persaudaraan antara umat muslim dan Hindu di Bali.
Buka bersama antar dua agama berbeda ini dilaksanakan di depan makam Siti Khotijah, salah satu keluarga Puri Agung Pemecutan Denpasar yang beragama muslim. Buka puasa bersama ini diikuti oleh umat Muslim dan Hindu dari Denpasar dan sekitarnya.
Sebelum menyantap hidangan berbuka puasa, berbagai kesenian Islami ditampilkan seperti Salawat Nabi dan Qosidah. Alat musik rebana yang dimainkan dalam kesenian ini tak hanya dimainkan oleh umat Muslim tapi juga oleh beberapa warga Hindu termasuk Raja Badung Cokorda Pemecutan IX.
Saat berbuka puasa tiba, kerukunan antar umat beragama sangat terlihat dalam acara yang digelar oleh Puri Agung Pemecutan Denpasar ini. Umat Muslim dan Hindu tampak duduk bersama menikmati hidangan buka puasa yang tersedia.
“Acara buka puasa bersama ini sengaja digelar untuk lebih mempererat tali silaturahmi antar umat beragama khususnya di Bali, yang sudah terjalin dengan baik sejak ratusan tahun lalu,†ujar Cokorda.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3858 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1927 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1688 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1517 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1504 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun