Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Tjok Ace Dukung Keamanan Terpadu di Ubud
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Cabup Ir Tjokorda Artha Ardana Sukawati alias Tjok Ace mendukung kegiatan yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk membentuk sistem keamanan terpadu di daerah kampung turis, Ubud, Gianyar.
Hal ini terungkap ketika Cabup ini bersama penglingsir Puri Ubud, Tjokorda Agung Suyasa beserta masyarakat serta tokoh warga Ubud sebanyak 200 orang menggelar tatap muka dengan Kapolda Bali, Irjen Paulus Purwoko di Balai Banjar Ubud Kelod, Rabu (10/10) kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Bali berharap sistem keamanan terpadu ini segera dilaksanakan, pasalnya Ubud merupakan daerah pariwisata yang sudah terkenal di mata dunia.
"Sistem keamanan di daerah Ubud mesti dikelola secara profesional, tidak lagi dengan sistem swakelola yang selama ini diterapkan," kata Kapolda.
Sementara itu, disisi lain Tjok Ace sendiri kedepan sistem keamanan terpadu di daerah Ubud mesti dibiayai oleh Pemkab Gianyar, hal ini penting sebab selama ini pariwisata Ubud memberikan kontribusi yang besar terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah) Gianyar.
"Ini harapan kami kedepan, sebab membuat sistem keamanan profesional tak bisa hanya digantungkan kepada masyarakat dan polisi,
namun Pemkab dalam hal ini, Dinas Pariwisata mesti menjembatani masalah ini. Kedepan konsep ini mesti diterapkan," jelas pria yang kini masih menjabat sebagai Ketua PHRI Bali ini.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5309 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3440 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2242 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 986 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan