Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
Diikuti 8.000 Atlet dari 45 Negara
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pesta olahraga pantai pertama dan terbesar di dunia yang bertajuk '1st Asian Beach Games' (ABG) tinggal 360 hari lagi yang dijadualkan berlangsung di Bali, tepatnya Oktober tahun depan. Sedikitnya 8.000 atlet dari 45 negara akan ikut berlomba dalam 14 jenis olahraga pantai atau 13 cabang.
Menurut Ketua KONI Pusat, Rita Wibowo, ajang lomba olahraga pantai terakbar ini akan dilangsungkan di empat lokasi yakni Sanur, Nusa Dua, Jimbaran dan Legian, Kuta. Semua venues sudah disetujui,ujar Rita dalam keterangannya kepada wartawan di Lumintang, Selasa (23/10).
Untuk lebih menggemakan ajang olahraga bergengsi ini, promosi sudah dilakukan di Jepang dengan menyebarkan press-release. Selanjutnya juga akan dipromosikan ke Makao, bahkan di kota ini akan dibuat stand khusus.
Terkait dengan 360 hari menjelang digelarnya 1st ABG, Selasa (23/10) telah diresmikan pula Count Down Clock (CDC) dengan wadah berupa sebuah menara. CDC yang menggambarkan ilustrasi deburan ombak ini menghabiskan dana Rp 800 juta.
Menurut Rita, menjelang dekat-dekat hari H, juga akan dilakukan pengarakan obor ukuran besar ke sejumlah daerah di Indonesia, dan juga beberapa kabupaten di Bali. Pesta olahraga ini, menurut Rita, menjadi kebanggan Indonesia dan Bali khususnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3925 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3126 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2116 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2063 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun