Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
15 Tarian Dikemas Dalam
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ragam suguhan dalam Festival Kesenian Indonesia (FKI) yang digelar ISI Denpasar pada 21-25 November mendatang kian bertambah.
Selain demo proses pembuatan keris Jawa dan keris Bali, juga akan ditampilkan “Slow Motion Dance†yang mengemas 15 jenis tarian Bali, Jawa dan kontemporer.
Sekitar 15 tarian yang dikemas dengan bentuk slow motion telah disiapkan untuk tampil dalam FKI V pada 21-25 November 2007. Ke-15 tarian tersebut terdiri dari 7 tari Bali, 3 tari Jawa dan 5 tari kontemporer,ujar staf humas ISI Denpasar, Lia Susanti, Kamis (1/11).
Tari Bali yang ditampilkan yaitu Tari Jauk Manis, Topeng Arsa Wijaya, Baris Tunggal, Oleg Tambulilingan, Topeng Sidakarya, Legong Kraton Lasem dan Joged. Sementara tari Jawa yang akan dipentaskan yaitu Tari Golek, Jaipongan dan Jejer.
Sementara 3 tarian kontemporer masing-masing akan dibawakan solo oleh Sura (Dosen FSP ISI Denpasar), Ngurah Sudibya (Dosen FSP ISI Denpasar), dan Diah Kristin Natalia (Alumni ISI Denpasar). Sementara tari kontemporer kolaborasi dibawakan oleh Sura dan Ngurah Sudibya dengan judul Kalih. Para penari terdiri dari dosen, mahasiswa dan alumni ISI Denpasar.
Sesuai rencana, ke-15 tarian tersebut terlebih dahulu direkam dengan durasi sekitar 5 menit. Dari hasil ini akan diproses dan dikemas dalam bentuk slow motion, sehingga tarian tersebut akan tampil dengan sangat indah dan mendetail.
Gerakan tari yang diperlambat ini juga sangat tepat sebagai media pembelajaran. Sementara dalam FKI V nanti, tari slow motion akan ditayangkan melalui layar lebar. (ana)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3772 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1712 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang