Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Mahasiswa Asyik Renang, Maling Asyik Mencuri
Mumbul
BERITABALI.COM, BULELENG.
Seorang mahasiswa yang beralamat di BTN Sambangan kehilangan sebuah telepon genggam (HP) saat ditinggal berenang di Kolam Renang Mumbul. Akibatnya, korban mengalami kerugian sebesar tiga setengah juta rupiah.
Nasib sial itu dialami Made Sumertayana, Rabu (19/12) pagi di Kolam Renang Mumbul, dimana saat berenang di kolam tersebut, tas yang ditinggalkannya disatroni maling, akibatnya sebuah handpone (HP) miliknya seharga tiga juta rupiah melayang.
Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol Khaidar Latief mengungkapkan, dari laporan korban, diduga handphone di dalam tas tersebut diambil pencuri dengan memanfaatkan kelengahan korban.
“Pada waktu itu, sebelum korban berenang, korban menaruh sebuah HP merek Nokia di dalam tas. Selesai berenang dan saat melihat tas, HP sudah tidak ada alias hilang dan kasus tersebut dilaporkan ke spk Polres Buleleng,†paparnya.
Pahumas Khaidar Latief mengatakan, pelaku pencurian handphone tersebut tidak diketahui secara pasti. Bahkan, tidak adanya bukti petunjuk dan kesaksian menyulitkan polisi untuk melakukan pengungkapan. Namun demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan. (sas)
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3859 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1933 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1691 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1534 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1518 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun