Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Maling Tanaman dan Bed Cover Kembali Beraksi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ulah para maling yang beraksi kembali melakukan sejumlah pencurian dengan menyasar rumah mulai meresahkan masyarakat, bahkan dalam aksinya pelaku menyikat tanaman hingga bed cover serta barang elektronik.
Seperti yang dialami Agung Hartawan Adnyana, warga Jalan Gajah Mada 54 Singaraja, secara berturut-turut, rumahnya dimasuki maling dengan mengambil sejumlah tanaman hias adenium atau jepun jepang, setrika listrik, handphone, bed cover dan gitar listrik yang mengakibatkan kerugian mencapai 20 juta rupiah.
Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. Khaidar Latief mengungkapkan, dengan berbagai aksi pencurian yang terjadi selama ini di wilayah hukum Polres Buleleng diharapkan masyarakat untuk selalu waspada dengan meningkatkan keamanan rumah.
“Modus operandi yang dilakukan para pelaku dalam aksi kejahatannya itu menyasar rumah kosong ataupun rumah yang tidak mendapat pengawasan secara ketat, sehingga pelaku dengan mudah beraksi menyikat barang-barang korbannya, “ papar Khaidar Latief.
Tercatat, dalam sepekan terakhir, setiap harinya di Jajaran Polres Buleleng menerima rata-rata tiga hingga lima kasus pencurian, namun semua kasus pencurian itu masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3287 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1304 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 834 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 671 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun