Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Harga Beras Sudah 2 Kali Naik
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Harga beras dalam dua pekan terakhir tercatat sudah dua kali naik. Kenaikannya pun cukup tinggi, yakni antara Rp 300 sampai Rp 500 per kilogram. Lonjakan harga bahan makanan pokok ini dirasakan sebagai beban tersendiri terutama bagi masyarakat miskin.
Dari pantauan Beritabali.com di sekitar Denpasar Minggu pagi, harga beras jenis putri sejati yang beberapa hari lalu harganya Rp 5.800/kg naik menjadi Rp 5.900/kg. Bahkan pada awal-awal tahun baru, harga beras favorit ini juga naik, yakni dari harga Rp 2.500/kg menjadi Rp 2.800.
Harga itu pun ternyata masih bervariasi di tingkat pertokoan. Karena ternyata di toko-toko lainnya ada yang menjual kemasan 5 kg sampai Rp 30.000. “Harganya beli pokoknya memang naik Pak, sejak beberapa hari lalu,” ujar salah seorang penjual di sebuah toko di kawasan Perumahan Dalung Permai.
Sementara untuk jenis beras C4 juga ikut naik. Harga sebelumnya masih berkisar Rp 5.100 sampai Rp 5.200/kg, naik menjadi Rp 5.500/kg. Sehingga dalam kemasan 5 kg menjadi Rp 27.500. “Padahal menjelang pergantian tahun, uang segitu sudah dapat jenis beras putri sejati kemasan 5 kg,” ujar Yuli, sang pedagang.
Harga kedua jenis ini masih di tingkat grosir di sejumlah toko. Sedangkan di tingkat eceran, harganya lebih membengkak lagi. Untuk beras Putri Sejati antara Rp 6.000 sampai Rp 6.100/kg.Sedangkan jenis C4 melonjak berkisar Rp 5.600 sampai Rp 5.700.
“Ya, mulai kemarin saya jual beras Putri Sejati Rp 6.100/kg, karena harga pokoknya naik,” ujar Ketut Suri, seorang penjual eceran di Perumahan Monang Maning. Dia mengaku sehari-harinya membeli beras di Pasar Badung.
Lonjakan harga beras ini diduga karena berkurangnya pasokan dari Jawa, sebagai akibat sejumlah daerah di Jawa dilanda hujan dan banjir yang cukup berpanjangan sehingga menghambat panen maupun transportasi.Sejumlah warga Bali berharap, pemerintah daerah segera melakukan operasi pasar (OP) guna menstabilkan harga beras. (sss)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan