Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Lima Pasien Jalani Perawatan Intensif
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dalam kurun waktu empat bulan, terhitung dari bulan Oktober 2007 hingga bulan Januari 2008 tepatnya Selasa siang tadi, tercatat 23 warga Buleleng positif terkena penyakit Demam Berdarah yang diakibatkan virus nyamuk Aedes Aegypti dan perubahan musim.
Direktur RSUD Kabupaten Buleleng, dr. Nyoman Mardana mengungkapkan, secara komulatif dalam empat bulan terakhir tercatat adanya peningkatan pasien akibat Demam Berdarah yang dirawat di RSUD Kabupaten Buleleng.“Dalam bulan Januari, RSUD Buleleng merawat tujuh pasien dan lima diantaranya masih dalam perawatan khusus,” ungkapnya.
Dari belasan pasien Demam Berdarah yang menjalani perawatan, sebagian besar diantaranya berasal dari wilayah Kota Singaraja. Bahkan dalam penanganannya, RSUD Kabupaten Buleleng telah menyiapkan tim khusus dari dokter maupun paramedis.
“Penyebaran penyakit demam berdarah perlu mendapat antisipasi secara khusus, sehingga kita di RSUD Kabupaten Buleleng ini membentuk tim khusus dari bebeberapa dokter umum dan spesialis,“ papar Mardana.
Munculnya penyakit demam berdarah yang diakibatkan penyebaran virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti disebabkan kondisi lingkungan yang tidak bersih dan adanya sisa air hujan yang dimanfaatkan untuk berkembang biak, sehingga antisipasi dini perlu dilakukan masyarakat melalui gerakan tiga M Plus. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7983 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5643 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3543 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2391 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan