Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Seorang Kakek Kena Jurus
Sukasada
BERITABALI.COM, BULELENG.
Lantaran berseteru dan berselisih paham dengan tetangga di Dusun Buana Sari, Desa Kayuputih Melaka, Kecamatan Sukasada, seorang kakek menjadi korban aksi penganiayaan.
Nasib sial menimpa Ketut Geria, kakek berusia 65 tahun warga Dusun Buana Sari, Desa Kayuputih Melaka, sehingga Kamis pagi melaporkan ulah tetangganya Ketut Kawi, (40) dengan tuduhan melakukan penganiayaan setelah berselisih paham.
Baca juga:
Gegara Ini di China, Dunia Bisa
Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol Khaidar Latief mengungkapkan, motif aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku Ketut Kawi terhadap tetangganya Ketut Geria belum diketahui secara pasti.“Motifnya disini masih diselidiki terkait penyebab penganiayaan itu,“ ungkapnya.
Pahumas Khaidar Latief mengutip laporan di SPK Polres Buleleng memaparkan, aksi penganiayaan yang berawal dari kedatangan pelaku dalam keadaan marah-marah sembari mendekati korban dan langsung menendang korban.
“Dengan melompati pagar tembok rumah korban, pelaku datang tiba-tiba di pekarangan rumah dalam keadaan emosi dan marah-marah. Korban lantas ditendang pada bagian perut,” papar Pahumas.
Sementara, korban Ketut Geria mengaku tidak mengetahui secara pasti pemicu kemarahan tetangganya itu. Dan karena mengalami sakit pada bagian perut akibat tendangan pelaku, kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke polisi. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan