Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Puluhan Pasien Dirawat Tim Medis Khusus
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penyakit demam berdarah mulai ‘menyerang’ Kabupaten Buleleng, bahkan puluhan pasien akibat gigitan nyamuk aides agepty itu menjalani perawatan oleh Tim Medis Khusus di RSUD Kabupaten Buleleng, demikian juga di sejumlah Rumah Sakit Swasta di Singaraja, beberapa diantaranya terpaksa merujuk pasien DB (demam berdarah) tersebut ke RSUD Buleleng untuk mendapat penangganan serius.
“pasien yang datang ke rumah sakit, gejala awalnya panas tinggi, setelah kita periksa dan lakukan tes darah, hasilnya positif terkena demam berdarah sehingga kita lakukan perawatan secara khusus,” ungkap Direktur RSUD Kabupaten Buleleng, dr. Nyoman Mardana.
Hingga Rabu (23/1) RSUD Kabupaten Buleleng selama bulan Januari ini telah merawat 27 Pasien DB, “sebagian besar pasien yang terkena demam berdarah yang dirawat anak-anak, namun beberapa diantaranya ada orang dewasa, hingga sekarang kita masih merawat 9 pasien yang ditempatkan secara khusus“ papar Mardana.
Dalam penangganan pasien DB di RSUD Kabupaten Buleleng, menurut Direktur RSUD Buleleng, dr, Mardana telah dibentuk Tim Medis secara khusus yang terdiri dari dokter spesialis anak, penyakit dalam dan dokter yang bertugas di UGD, sehingga keberadaan tim ini mampu memberikan perawatan khusus terhadap pasien DB.
Dijelaskan, Direktur RSUD Buleleng Nyoman Mardana, penyakit demam berdarah yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes agepty itu sangat cepat berkembang, terlebih lagi saat kondisi hujan yang mengakibatkan tertampungnya air cukup lama.“Biasanya lokasi paling subur bagi nyamuk penyebab DB itu ada pada genangan air bersih, terkadang, halaman kita bersih, sementara di tetangga ada jentik nyamuk penyebab DB, bisa jadi kita ikut kena,” papar Mardana.
Kondisi seperti itu nampaknya dialami Anak Agung Darmada, warga Kelurahan Banyuasri Kecamatan Buleleng, dimana kedua cucunya Agung Ngurah Wiryadi, (16) dan Ayu Indah Febriantari, (7) menjalani rawat inap di RSUD Buleleng akibat DB, “kalau pekarangan di rumah bersih, tapi ini sampai dua cucu saya yang kena, saya jadi curiga di tempat lain kena, karena di sekolahnya kebetulan daerah endemik DB,” ucapnya. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7973 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5642 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3543 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2391 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan