Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Caci Maki Tetangga, Guru Dilaporkan ke Polisi
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dicaci maki dan dihina dengan kata-kata kotor di depan umum, oleh seorang oknum guru, Hanan (40), pada Jumat (25/1), seorang ibu rumah tangga, Fadilla (25), yang beralamat di Jalan Nangka, Kelurahan Kampung Kajanan, Buleleng meminta perlindungan dan melaporkan masalah itu ke Mapolres Buleleng.
“Laporan sudah kita terima dan kita masih menyelidiki atas motif yang dilakukan pelaku oknum guru ini terhadap korban. Karena merasa takut dan terancam, korban akhirnya berinsiatif melaporkan kasus itu ke polisi,” ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol Khaidar Latief.
Baca juga:
Perusahaan Baim Wong Daftarkan Merek
Mengutip laporan korban, Fadilla, Pahumas Khaidar Latief memaparkan peristiwa itu diawali dengan kedatangan pelaku Hanan ke rumah korban yang langsung mendobrak pintu.”Pelaku menghina dan mencaci korban dengan kata-kata kotor dan kemudian memaksanya keluar, namun tidak diladeni korban,” ujarnya.
“Dengan teriakan lantang, Hanan terus memaki dan menghina saya di depan para tetangga yang berhamburan keluar ketika mengetahui kejadian itu,” ungkap Fadilla dihadapan penyidik.Kasus penghinaan yang dilaporkan korban Fadilla atas perbuatan tidak menyenangkan oleh pelaku Hanan, masih ditangani Sat Reskrim Polres Buleleng untuk mengetahui motif dibalik aksi memalukan bagi seorang guru itu. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan