Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Keluarga Aiptu Alit Diracun Dukun Alas Angker
Tiying Tali
BERITABALI.COM, BULELENG.
Misteri tewasnya seorang anggota Polres Karangasem dan keluarganya akhirnya terkuak. Aiptu Alit Srinata dan 3 anggota keluarganya ternyata dibunuh seorang dukun dengan racun.
Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa orang saksi, jajaran Polsek Abang dibantu Polres Karangasem akhirnya berhasil membekuk Wayan Suaka, seorang dukun dari Alas Angker Buleleng.Kapolres Karangasem, AKBP Istiyono mengatakan, tersangka ditangkap setelah terbukti sebagai pelaku utama pembunuhan sadis ini.“Motifnya karena tersangka ingin memiliki uang korban yang jumlahnya mencapai 9 juta Rupiah lebih,” kata Istiyono.
“Antara tersangka dan keluarga korban juga sudah saling mengenal. Sebelumnya tersangka pernah mengobati penyakit anak korban Aiptu Alit Srinata,” imbuh Istiyono.Jenazah Aiptu Alit Srinata dan istrinya ditemukan tewas oleh keponakannya Luh Sriati, Sabtu (26/01) lalu, di teras depan rumahnya.
Sementara jenazah anak kandung dan angkat korban, yakni Kadek Sugita dan Gede Sujana, ditemukan tewas di kandang babi, sekitar 200 meter dari rumah korban, di Dusun Gamongan, Desa Tiingtali, Abang Karangasem.Di sekitar tubuh korban ditemukan gelas berisi cairan kopi yang sudah diminum. (bob)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2739 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2025 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1961 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun