Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kejar Paket A Bagi Siswa Tidak Lulus
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tahun 2008 ini, nampaknya akan menjadi tahun yang mendebarkan bagi para siswa kelas akhir sekolah dasar (SD). Pasalnya, untuk kali pertamanya siswa SD akan mengikuti ujian nasional yang dikemas dalam bentuk Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Tia Kusuma Wardhani mengatakan, tahun ini memang baru pertama kalinya SD di seluruh Indonesia mengikuti UASBN. Untuk menghadapi masalah tersebut, ia mengaku jajarannya telah menyiapkan soal-soal pemantapan bagi para siswa SD. Tidak tanggung-tanggung, standar yang diterapkan di Provinsi Bali pun disamakan dengan standar di SMP dan SMA.
Lebih lanjut Tia mengatakan, UAS bagi para siswa SD di Bali, sebenarnya bukan hal yang baru. Pasalnya, provinsi telah mengadakan UAS sejak tahun 2005 lalu.
“Ini bukan hal baru kok bagi mereka (siswa SD-red). Sejak tahun 2005, kami di Disdik Provinsi Bali sudah menerapkan UAS di seluruh Bali,” jelasnya.Ketika ditanya apabila siswa-siswa tersebut nantinya tidak lulus, apakah mereka bisa melanjutkan pendidikannya pada paket kesetaraan?“Ya kalau tidak lulus, ikut kejar paket A saja. Kalau tidak, boleh-boleh saja mengulang lagi di kelas akhir,” tegas Tia. (eps)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2818 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2036 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun