Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Warga Tiong Hoa Puja Dewa Dagang
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Warga Tiong Hoa Gianyar pada saat perayaan hari Imlek, Kamis (7/2) sangat khusuk melakukan pemujaan kepada Dewa Dagang (Cong Poo Kong) di Koncho Cong Poo Kong Bio, Gianyar.
Sejak pukul 06.00 pagi hari, para warga Tiong Hoa Gianyar merayakan hari Imlek dengan menggelar persembahyangan di Koncho, seperti misal Konco Poo Kong Bio, yang selama ini dikenal memiliki hubungan histories dengan Koncho Ratu Subandar di Pura Batur, Bangli dipenuhi umat.
Bahkan, tak tanggung–tanggung di areal Koncho ini dibangun Pura Sri Sedana. Jadi, sesudah melakukan persembahyangan di Koncho, umat Tiong Hoa ini menggelar persembahyangan pula di Pura tersebut.
“Memang, proses ini sudah turun temurun ada di Koncho kami,“ kata pemangku Koncho, Sony Cendrawan.
Sambung Sony, sebagai proses awal persembahyangan, umat biasanya memuja Tien (langit) Tee ( Bumi) dan Jin (Mahkluk Hidup), setelah itu barulah dilakukan persembahyangan di Dewa Dagang (Simbing Chong Poo Kong), sehabis ini dilakukan pembakaran kartu emas, sebagai penghormatan para leluhur mereka.
“Kegiatan persembahyangan ini, dilakukan selama sehari penuh, silih berganti,“ jelasnya. (Art)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1945 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1704 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1580 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun