Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Pantai Jerman Kena Abrasi, Satu Restoran Ambruk
Kuta
BERITABALI.COM, BADUNG.
Setelah sejumlah pantai di Bali rusak berat akibat dihantam bencana abrasi. Kini giliran Pantai Jerman, Kuta yang rusak dihantam abrasi. Bahkan dua buah restoran yang ada di pinggir pantai ini, nyaris ambruk karena dihantam ombak.Sedangkan, pada saat yang bersamaan, bangunan utama dari Majoly Restoran yang terletak di sebelah selatan pantai, ambruk lantaran dihantam ombak.
General Manager Majoly Restoran,Patrick Labrousse mengatakan, ombak tinggi yang menghantam ombaknya, diduga akibat dari pemanasan global yang terjadi di dunia. Pihaknya pun mengalami kerugian hingga ratusan juta, karena ruang utama restorannya sudah hancur dimakan ombak.
Salah satu supervisor pantai, Putu Astama, bahkan mengatakan ombak di pantai ini kerap naik hingga ke halaman parkir yang ada di depan restoran.
“Sekarang restoran-restoran yang ada rata-rata menggunakan ruang makan yang lebih tinggi, untuk menghindari ombak-ombak berikutnya yang mungkin akan lebih ganas,” jelasnya di Kuta (14/2)Astama juga mengatakan, pihaknya mengalami penurunan omzet yang cukup drastis, karena para tamu enggan untuk bersantap malam di pantai ini. (eps)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1966 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1739 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1729 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1528 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun