Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Malaysia Dinilai Bersikap Kurang Ajar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tindakan negara tetangga Malaysia yang merekrut beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai Askar Wataniah atau penjaga perbatasan, disayangkan oleh berbagai kalangan.
Tindakan merekrut WNI sebagai tentara cadangan Malaysia ini bahkan dinilai sebagai suatu sikap yang cenderung kurang ajar.
Penilaian ini diantaranya datang dari salah seorang tokoh pemuda yang juga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bali, Putu Iwan Karna. Menurut pria asal Padangbai Karangasem ini, tindakan Malaysia yang merekrut WNI sebagai Askar Wataniah perlu ditanyakan maksud dan tujuannya.
“Malaysia itu aneh, maksudnya apa. WNI yang haus pekerjaan, lapar, malah didoktrin dengan hal-hal yang mengerikan. Apa Malaysia kurang orang untuk itu (menjadi anggota Askar Wataniah, red),” kata Iwan, Kamis (14/2).Terkait hal ini, kata Iwan, Pemerintah Indonesia harus segera mengambil inisiatif untuk segera menanyakan hal ini kepada Pemerintah Malaysia.
“Jika Malaysia tetap seperti dulu, tidak menggubris reaksi yang muncul di Indonesia, maka akan kembali muncul aksi demo protes di seluruh Indonesia. Malaysia sebaiknya jangan memancing untuk memperkeruh hubungan bilateral kedua negara. Kita capek dipancing-pancing terus,” ujar Iwan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2625 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan