Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Daftar Tunggu Telepon Kabel Capai 40.000
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meski era telepon nirkabel (CDMA) sudah semakin ngetrend belakangan ini, namun peminat telepon tetap atau kabel (fixed phone) masih tetap tinggi, yakni hingga akhir tahun lalu tercatat 40 ribu masuk dalam daftar tunggu.
Terkait akan kondisi tersebut, Telkom Bali menargetkan pembangunan 34 ribu SST tahun ini tersebar di wilayah Bali. Saat ini, jumlah pelanggan telepon tetap/kabel mencapai 220 ribu.
”Karena keterbatasan sambungan telepon kabel itulah, Kami menawarkan jenis CDMA yang tanpa kabel,” ujar Kandatel Secretary Telkom Bali, Ketut Purwa, di Denpasar, Minggu (17/2).
Untuk mendukung program telepon jenis nirkabel (CDMA), kini pihaknya merencanakan pembangunan 70 BTS lagi di seluruh Bali, termasuk 32 BTS yang tertunda realisasinya tahun lalu. Sehingga, tahun ini kalau semua terealisasi, maka jumlah BTS akan menjadi 121 BTS, karena saat ini sudah ada 51 BTS.
Dalam beberapa hal, pengguna telepon CDMA lebih diuntungkan karena tarifnya lebih murah dibandingkan telepon kabel. Apalagi, dalam beberapa pekan terakhir, CDMA tidak lagi menerapkan daerah Bali ke dalam beberapa kode wilayah, tapi satu kode, sehingga hitungannya semua masuk dalam katagori lokal, yakni ada yang memasang tarif Rp 49/menit.
Reporter: bbn/sss
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2320 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun