Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pembunuh Fajar Astuti Sikat Rp 100 Juta
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ngurah Agung Kusnadi (35) pelaku pembunuhan terhadap Fajar Astuti (31), akhirnya mengaku telah menyikat uang korban sebesar Rp 100 juta. Uang itu dipakai pelaku untuk membeli sebuah mobil dan sejumlah perhiasan emas. Sisanya Rp 39 juta disita polisi
Hilangnya uang korban sebesar Rp 100 juta, terungkap setelah penyidik mendesak keterangan tersangka. Pemuda asal Tabanan ini mengakui, usai membunuh korban dengan jalan totok darah, pelaku menyikat uang Rp 100 juta milik korban.
“Awalnya dia tidak ngaku. Tadi sore baru mengakui,” beber Kapolsek Denbar AKP IB Mantra. Dijelaskan Kapolsek, usai membunuh, tersangka menyikat uang korban di dalam tas. Dia mengunci pintu dari luar kamar dan membiarkan anak korban berusia 8 bulan menangis.
Setelah itu, dia pamitan ke karyawan Hotel Griya Taman Sari Jalan Kargo Denpasar, dengan alasan sekadar membeli nasi. Tersangka tidak kembali ke Hotel tapi kabur menghilangkan jejak. Dalam pelariannya, tersangka langsung ke Banyuwangi. “Dalam pengakuannya, uang dibelikan mobil dan perhiasan emas. Sisanya kita temukan Rp 39 juta. Barang bukti sudah diamankan,” ungkap Kapolsek.
Fajar Astuti (31), ditemukan tewas di Hotel Griya Taman Sari, Jalan Cargo, Denpasar, Selasa (29/2). Korban tewas disamping anaknya berusia 8 bulan. Terungkapnya pembunuhan berdasarkan, penyelidikan dan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1981 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun