Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Angkot Ngetem di Pinggir Pasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hampir setiap pagi, Pasar Sanglah selalu dilanda kemacetan, entah pada hari-hari kerja, maupun pada hari-hari libur. Tak ayal, kemacetan ini selalu mengundang “sumpah serapah” para pengguna jalan ini.
Setelah ditelisik, ternyata penyebab kemacetan di daerah ini bukanlah ramainya pedagang yang berlalu-lalang, namun disebabkan oleh banyaknya angkot jurusan Ubung–Sanglah yang ngetem di tempat ini. Bahkan dalam sekali ngetem, lima hingga sepuluh angkot “berjejer rapi” di ruas Jalan Raya Sesetan.
Bahkan angkot-angkot ini kerap “memakan” ruas jalan yang menuju arah Sesetan. Sunadi, salah satu warga setempat pun mengeluhkan tidak tertibnya angkot-angkot tersebut. Pasalnya, angkot-angkot tersebut menjadi biang kerok kemacetan di daerah Sanglah.
“Setiap pagi daerah sini pasti macet, dan penyebabnya ya angkot-angkot yang ngetem itu. Malahan kalau ngetem angkot-angkot itu bisa makan satu badan jalan, sehingga kendaraan yang lain susah lewat,” keluh Sunadi.
Sementara itu, Ketut Wersen, salah satu sopir angkot mengaku dirinya terpaksa ngetem di Pasar Sanglah. Ia mengaku Pasar Sanglah merupakan tempat pemberhentian yang memiliki banyak penumpang. “Tempat ini (Pasar Sanglah, red) yang paling banyak penumpangnya. Kalau tempat lain paling hanya satu atau dua orang saja. Makanya semua memilih ngetem disini,” jelas Wersen.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2308 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan