Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Limbah Pabrik Ikan Pengambengan Mengkhawatirkan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Limbah pabrik hasil pengolahan ikan laut menjadi sarden (ikan kaleng, red) di sejumlah pabrik yang ada di Pengambengan, kini semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, limbah yang dihasilkan pabrik tersebut jarang melewati pengolahan, dan langsung dibuat ke laut.
Mualimin, salah satu nelayan yang ditemui Beritabali.com di Pantai Pengambengan mengeluhkan kondisi ini. Menurutnya, limbah yang dihasilkan pabrik tersebut otomatis menurunkan pendapatan para nelayan.
Pasalnya, limbah yang dihasilkan pabrik membuat ikan-ikan yang sering diburu nelayan mati. “Limbah-limbah itu sering langsung dibuang ke laut, sehingga baunya sangat menyengat dan menyebabkan ikan-ikan yang ada disini mati.
Kalau dulu saya bisa dapat ikan sampai 5 kilo, sekarang dapat setengah kilo saja rusak,” keluh Mualimin. Sementara itu, Kabid Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana, I Ketut Wiratma yang ditemui, Kamis (28/2) mengaku pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap pabrik-pabrik sarden yang ada di Pengambengan.
“Sebenarnya kami telah melakukan pembinaan beberapa bulan yang lalu. Tetapi kan hasil pembinaan tidak bisa langsung dilihat, melainkan melalui proses yang cukup lama. Sekarang ini kami juga sudah mendorong agar pabrik-pabrik menampung limbahnya di tangki khusus,” jelas Wiratma.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3287 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1304 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 914 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 834 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 671 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun