Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
RSUD Sanglah Tetap Siaga
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kendati instansi-instansi sipil lainnya kebanyakan merayakan libur Nyepi, namun tidak demikian halnya dengan Rumah Sakit Sanglah. Rumah sakit terbesar di kawasan Nusa Tenggara ini tetap menyiagakan dokter dan perawatnya.
Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah Denpasar, drg. Triputro Nugroho, M.Kes., yang dikonfirmasi, Senin (3/3) siang tadi mengatakan, pihaknya akan menyiagakan 6 orang dokter spesialis, dan 175 petugas jaga yang akan bersiap siaga melayani pasien.
“Kami sudah menyiagakan 6 orang dokter spesialis dan 175 perawat. Ini kami lakukan untuk tetap memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Selain itu kami juga menyiagakan 4 mobil ambulan,” jelas Nugroho. Lebih lanjut Nugroho mengatakan, pihaknya juga akan mempersiapkan perawat untuk menangani pasien yang akan menjalani Hemodialisis atau cuci darah.
Bahkan pada saat Nyepi mendatang tercatat ada 45 pasien yang harus menjalani cuci darah. “Dari data kami, ada 45 pasien yang harus menjalani cuci darah saat Nyepi nanti. Selain itu, kami juga akan mengantisipasi banyaknya pasien rumah sakit yang meminta pulang untuk merayakan Nyepi di rumah mereka masing-masing,” tandas Nugroho.
Reporter: bbn/eps
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2715 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun