Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pecalang,
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perayaan Nyepi di Bali tidak bisa dilepaskan dari peran serta pecalang, atau petugas keamanan desa adapt. Saat Nyepi, Para pecalang bertugas untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan sehingga perayaan Nyepi dapat berlangusng dengan khidmat. Jumat siang, atau saat Nyepi, Wayan Marna dan beberapa pecalang lainnya dari Desa Pakraman Panjer Denpasar melakukan patroli keliling desa.
Selain di sepanjang ruas jalan utama desa, patroli pecalang saat Nyepi juga menyasar beberapa jalan kecil atau gang-gang yang ada di desa ini.“Jika ada warga yang keluar rumah saat Nyepi terutama anak-anak, kita akan langsung memberi peringatan.Peringatan diberikan secara halus namun tegas, kata Wayan Marna.
Saat hari raya Nyepi, pecalang di Desa Panjer ini melakukan patroli keliling desa selama 24 jam, yakni mulai hari jumat pukul 6 pagi hingga pukul 6 pagi hari sabtu keesokan harinya.Tak hanya mengawasi pelaksanaan Nyepi, para pecalang juga ikut mengawasi rumah warga yang kosong ditinggal penghuninya saat Nyepi. “ Saat Nyepi, peran pecalang ini sentral sekali. Mereka bisa disebut polisinya desa, kata Nyoman Budiana, Bendesa Pakraman Panjer.
Saat hari raya Nyepi, umat Hindu di Bali melaksanakan Catur Brata Penyepian. Catur atau empat Brata Penyepian itu antara lain Amati Geni(tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian keluar rumah), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5850 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4603 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2569 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2212 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2197 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan