Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ratusan Pemuda Gugat Supersemar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Memperingati Hari Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) yang jatuh hari ini, Selasa (10/3) siang ratusan pemuda yang tergabung dalam organisasi Pemuda Pecinta Bung Karno, berdemo di Catur Muka, Denpasar.
Ratusan pendemo ini membawa beberapa poster yang bertuliskan 'Pancasila dan NKRI Adalah Harga Mati', 'Gugat Supersemar', 'Luruskan Sejarah Supersemar Demi Masa Depan Bangsa', 'Supersemar Adalah Kudet Terselubung',
'Jangan Sekali-kali Lupakan Sejarah', 'Hidupkan Kembali Ajaran Marhaenisme dan Trisakti', 'Supersemar Awal Kehancuran Bangsa', dan 'Bersihkan Nama Bung Karno'.Koordinator Aksi, Edi Mulyawan mengaku aksi ini digelar untuk menuntut pelurusan atas sejarah sekaligus membersihkan riwayat Suprsemar yang selama ini telah ditindas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Selama ini riwayat Supersemar sudah tercemar lantaran ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu kami menuntut agar sejarah Supersemar diluruskan,” tegas Edi. Secara keseluruhan, demo ini berjalan aman dan kondusif, kendati orasi diarahkan kepada para pengguna jalan. Namun demikian, demo ini terkesan bernuansa politis karena membawa-bawa lambang dari salah satu partai politik.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2802 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun