Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
197 Kerang Mutiara Laut Raib Digasak Pencuri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 197 kerang mutiara yang ditangkarkan di tengah laut di Dusun Ambengan, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Sabtu (15/3) dilaporkan hilang, hingga mengakibatkan PT. Oriental Mutiara Indonesia mengalami kerugian mencapai 80 juta rupiah.
“Laporan sudah kita terima dan dalam kasus ini, kita masih melakukan penyidikan dan penyelidikan untuk mengetahui pelakunya, sebab kerang mutiara yang hilang tersebut berada dalam penangkaran di tengah laut, kenapa kok bisa hilang, apa ada orang dalam terlibat, ini masih kita selidiki,” ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. Khaidar Latief.
Terkuaknya aksi pencurian 197 kerang mutiara yang siap panen tersebut berawal saat dua pegawai perusahaan setempat, Ketut Werdipa (37) bersama Made Widnya (34) sedang membersihkan kerang mutiara, namun setelah dicek, sebanyak 197 kerang mutiara tidak ada pada tempatnya,”
kuat dugaan kerang tersebut diambil orang, sehingga kita laporkan ke polisi,” ujar Werdipa. Dari kasus pencurian kerang mutiara tersebut, Jajaran Polsektif Banjar masih berupaya melakukan pengembangan untuk menemukan pelakunya yang diperkirakan dilakukan lebih dari satu orang.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2701 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2018 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1954 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun