Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Kelulusan Tidak Didasari Hasil UASBN
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kendati kini para siswa yang duduk di kelas akhir dihantui oleh Ujian Akhir Nasional (UAN) ataupun Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), para siswa yang duduk di bangku SD kini boleh bernafas lega. Pasalnya, kelulusan mereka kini tidak lagi didasari atas hasil UASBN, namun kelulusan para siswa diserahkan sepenuhnya ke tangan guru di sekolahnya masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Tia Kusuma Wardani, pada Selasa (18/3) membenarkan hal tersebut. Menurutnya, saat ini ujian tidak lagi didasari oleh ujian akhir, namun oleh nilai yang diperoleh siswa selama duduk di bangku sekolah. “Nanti yang menentukan kelulusan siswa SD itu bukan ujian seperti SMP dan SMA, tetapi ditentukan oleh gurunya masing-masing. Meskipun nanti hasil UASBN mereka jeblok, bisa saja mereka lulus kalau nilainya selama bersekolah bagus-bagus,” ungkap Tia.
Sementara itu, salah seorang siswa SD yang akan mengikuti ujian, Ketut Kartika mengaku lega. Bahkan ia mengaku sempat jatuh sakit karena pusing memikirkan ujian. “Waktu ini saya sempat sakit gara-gara mikirin ujian. Tapi kalau saya bisa lulus meskipun nilai ujian saya jelek, saya tidak perlu khawatir lagi,” ujarnya berseri-seri.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2743 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2025 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1961 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun