Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Hari Ini BFCCC Bagi-Bagi Pohon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kendati upaya mengkampanyekan Hari Hening Sedunia atau World Silent Day kemarin berakhir anti klimaks, upaya NGO (Non Government Organization) Bali Collaboration for Climate Change (BFCCC) ternyata tidak hanya berhenti sampai langkah berkampanye mengenai World Silent Day.
Siang tadi, mereka justru memberikan 'bekal' berupa bibit tanaman kepada bayi-bayi yang lahir di RSUP Sanglah pada hari hening sedunia. Rombongan aktivis lingkungan yang dikomandani Agung Wardana ini menitipkan bibit jambu biji dan delima putih kepada orang tua para bayi yang lahir kamrin.
Wardana yang juga salah seorang aktivis lingkungan mengatakan, aksi ini merupakan kelanjutan dari aksi World Silent Day yang telah dikampanyekan sejak seminggu yang lalu. “Ini sebenarnya kelanjutan kampanye World Silent Day kemarin. Selain itu, ini juga hasil dari diskusi para aktivis lingkungan pada tanggal 15 Februari lalu,” ungkap Wardana.
Ketika ditanya mengapa membagi-bagikan tanaman, Wardana mengaku organisasinya ingin menumbuhkan rasa peduli kepada bayi sejak mereka baru lahir. “Selama ini orang-orang kan hanya menebang pohon, dan jarang sekali ada yang menanamnya kembali. Kami ingin sekali bayi-bayi yang lahir kemarin, bisa menjaga tanaman yang kami berikan agar bumi ini bisa semakin hijau. Kami benar-benar ingin memulai aksi ini sejak dini,” tandas Wardana.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7867 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3532 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2388 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan