Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Adam Air Tidak Akan Gunakan Maskapai Lain
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Hari ini maskapai penerbangan Adam Air kembali membuka layanan pengembalian tiketnya. Kendati demikian, kini tidak banyak masyarakat yang terlihat mendatangi kantor cabang Adam Air untuk menukarkan tiketnya dengan uang tunai.
Berdasarkan pantauan Beritabali.com di kantor cabang Adam Air yang ada di Jalan Teuku Umar, Denpasar, suasananya cukup lengang. Hal ini disebabkan oleh pintu kantor yang setengah terbuka, yang mengesankan kantor ini sudah ditutup. District Manager Kantor Cabang Adam Air Bali, A.A. Gede Agung Jaya mengatakan, sedikitnya kantor cabang Bali telah menjual 300 tiket untuk beberapa rute penerbangan. Akibatnya, kantor cabang ini sedikitnya harus menyediakan dana segar sebesar Rp. 300 juta.
Ketika ditanya mengenai permintaan beberapa penumpang untuk mengganti tiketnya dengan maskapai lain, Agung secara tegas menolak permintaan tersebut. Pasalnya, permintaan tersebut bisa menimbulkan kerugian lebih besar di pihak Adam Air. “Kami tidak melayani penggantian tiket Adam Air dengan tiket maskapai lain. Kami hanya melayani penggantian tiket dengan fresh money. Kalau kami harus menggantinya dengan tiket, maka kerugian di pihak kami akan lebih besar lagi,” ujar Agung. (psk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1966 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1739 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1729 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1528 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun