Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Tak Pernah Hearing Soal Dana Rp 300 Juta
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Wakil Ketua DPRD Gianyar, I Kadek Diana mengaku merasa tersinggung dengan pihak eksekutif, karena tak pernah hearing soal dana sebesar Rp 300 Juta yang dianggarkan untuk pelayanan kesehatan gratis. "Kami sama sekali tidak tahu, karena kami enggak pernah diajak hearing oleh eksekutif terkait masalah ini, padahal saya adalah Ketua Panggar," ungkapnya di Gianyar, Rabu (2/4).
Lebih jauh, Diana yang sempat diperiksa lantaran melakukan tindakan kekerasan terhadap I Griot ini mengatakan terkait masalah ini, pihaknya menelpon Sekkab Gianyar, Cokorda Putra Nindia untuk menanyakan perihal dana tersebut, jawabannya sangat klasik, dana itu untuk sementara bakal ditalangi oleh RSUD Sanjiwani, dan bakal diperjuangkan dalam anggaran perubahan.
"Disini yang menjadi pertanyaan saya adalah bukan masalah setuju dan tidak setuju, tapi lebih menekan masalah komunikasi dan koordinasi, kalau soal anggaran apalagi demi kepentingan masyarakat miskin, jangankan Rp 300 Juta, 1 Milyar kami anggarkan, karena semua itu menjadi kewajiban kami sebagai wakil rakyat," jelasnya. Sementara itu, ketika dihubungi Sekkab Gianyar, Cokorda Putra Nindia, tak bisa dikonfirmasi melalui HP (Handphone) tak ada yang mengangkat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2797 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2029 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun