Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tak Pernah Hearing Soal Dana Rp 300 Juta
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Wakil Ketua DPRD Gianyar, I Kadek Diana mengaku merasa tersinggung dengan pihak eksekutif, karena tak pernah hearing soal dana sebesar Rp 300 Juta yang dianggarkan untuk pelayanan kesehatan gratis. "Kami sama sekali tidak tahu, karena kami enggak pernah diajak hearing oleh eksekutif terkait masalah ini, padahal saya adalah Ketua Panggar," ungkapnya di Gianyar, Rabu (2/4).
Lebih jauh, Diana yang sempat diperiksa lantaran melakukan tindakan kekerasan terhadap I Griot ini mengatakan terkait masalah ini, pihaknya menelpon Sekkab Gianyar, Cokorda Putra Nindia untuk menanyakan perihal dana tersebut, jawabannya sangat klasik, dana itu untuk sementara bakal ditalangi oleh RSUD Sanjiwani, dan bakal diperjuangkan dalam anggaran perubahan.
"Disini yang menjadi pertanyaan saya adalah bukan masalah setuju dan tidak setuju, tapi lebih menekan masalah komunikasi dan koordinasi, kalau soal anggaran apalagi demi kepentingan masyarakat miskin, jangankan Rp 300 Juta, 1 Milyar kami anggarkan, karena semua itu menjadi kewajiban kami sebagai wakil rakyat," jelasnya. Sementara itu, ketika dihubungi Sekkab Gianyar, Cokorda Putra Nindia, tak bisa dikonfirmasi melalui HP (Handphone) tak ada yang mengangkat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan