Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pemkab Gelar Ritual
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hingga memasuki hari ke 14, Rabu (2/4) wabah Muntaber yang melanda Karangasem masih belum menunjukkan tanda-tanda berhenti, malahan data mencatat dari hari ke harinya selalu saja ada yang kembali dibawa ke RS dengan kasus yang sama. Pemkab Karangasem sepertinya harus menempuh berbagai cara untuk meminimalkan jatuhnya korban akibat virus yang berkembang cepat itu, salah satunya secara niskala yakni dengan melaksanakan ritual Upacara Pamilayu Jagat yang dipusatkan di Pura Jagatnatha pada Budha Kliwon Matal Sasih Kedasa.
Upacara yang bermakna menolak marabahaya dan bencana itu dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Abah dari Geria Bungaya Bebandem. Prosesi upacara ini diawali dengan matur piuning dan Nunas Tirta di Pura Dalem Peed Nusa Penida Klungkung selanjutnya distanakan di Pura Padmasana Kantor Bupati Karangasem. Upacara dilanjutkan pemujaan sulinggih ngastawa puja upacara Pamilayu Jagat, dilanjutkan persembahyangan umat yang diikuti para PNS di lingkungan Pemkab Karangasem dan warga Karangasem lainnya.
Rangkaian ritual berikutnya akan dilakukan pembagian Tirta (air suci, red) dari Pura Dalem Peed kepada Kecamatan-Kecamatan untuk selanjutnya dibagikan kepada Desa Pakraman di wilayahnya masing-masing. Kabag Kesra PP Setdakab Karangasem Ida Bagus Wayan Jungutan, S.sos, menjelaskan prosesi ritual ini akan dilanjutkan hingga ke tingkat desa pakraman hingga pada tingkat perumahan, dengan perlengkapan upacara yang sudah disebar sebelumnya.
“Musibah bencana penyakit yang menimpa warga masyarakat Karangasem dalam wujud muntaber yang masih berlangsung hingga kini, selain akibat efek nyata tercemarnya air konsumsi masyarakat oleh bakteri E-Coli, juga diperlukan upaya secara niskala dalam bentuk upakara Pamilayu Jagat. Sesuai petunjuk Sulinggih, upaya secara niskala dimaksudkan untuk menyeimbangkan penanganan secara pisik sekala (kuratif) melalui pelayanan kesehatan, dengan menggelar upacara Pamilayu Jagat sesuai kepercayaan umat Hindu. Diharapkan, masyarakat dapat mendukung pelaksanaan kegiatan ritual tersebut demi memohon keselamatan dan perlindungan agar musibah tidak meluas dan menambah korban di pihak masyarakat,” terang Ida Bagus Jungutan.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2605 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2260 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan