Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pemkab Gelar Ritual
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hingga memasuki hari ke 14, Rabu (2/4) wabah Muntaber yang melanda Karangasem masih belum menunjukkan tanda-tanda berhenti, malahan data mencatat dari hari ke harinya selalu saja ada yang kembali dibawa ke RS dengan kasus yang sama. Pemkab Karangasem sepertinya harus menempuh berbagai cara untuk meminimalkan jatuhnya korban akibat virus yang berkembang cepat itu, salah satunya secara niskala yakni dengan melaksanakan ritual Upacara Pamilayu Jagat yang dipusatkan di Pura Jagatnatha pada Budha Kliwon Matal Sasih Kedasa.
Upacara yang bermakna menolak marabahaya dan bencana itu dipuput Ida Pedanda Gede Ketut Abah dari Geria Bungaya Bebandem. Prosesi upacara ini diawali dengan matur piuning dan Nunas Tirta di Pura Dalem Peed Nusa Penida Klungkung selanjutnya distanakan di Pura Padmasana Kantor Bupati Karangasem. Upacara dilanjutkan pemujaan sulinggih ngastawa puja upacara Pamilayu Jagat, dilanjutkan persembahyangan umat yang diikuti para PNS di lingkungan Pemkab Karangasem dan warga Karangasem lainnya.
Rangkaian ritual berikutnya akan dilakukan pembagian Tirta (air suci, red) dari Pura Dalem Peed kepada Kecamatan-Kecamatan untuk selanjutnya dibagikan kepada Desa Pakraman di wilayahnya masing-masing. Kabag Kesra PP Setdakab Karangasem Ida Bagus Wayan Jungutan, S.sos, menjelaskan prosesi ritual ini akan dilanjutkan hingga ke tingkat desa pakraman hingga pada tingkat perumahan, dengan perlengkapan upacara yang sudah disebar sebelumnya.
“Musibah bencana penyakit yang menimpa warga masyarakat Karangasem dalam wujud muntaber yang masih berlangsung hingga kini, selain akibat efek nyata tercemarnya air konsumsi masyarakat oleh bakteri E-Coli, juga diperlukan upaya secara niskala dalam bentuk upakara Pamilayu Jagat. Sesuai petunjuk Sulinggih, upaya secara niskala dimaksudkan untuk menyeimbangkan penanganan secara pisik sekala (kuratif) melalui pelayanan kesehatan, dengan menggelar upacara Pamilayu Jagat sesuai kepercayaan umat Hindu. Diharapkan, masyarakat dapat mendukung pelaksanaan kegiatan ritual tersebut demi memohon keselamatan dan perlindungan agar musibah tidak meluas dan menambah korban di pihak masyarakat,” terang Ida Bagus Jungutan.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun