Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
30 Anggota TNI Kodam Diperiksa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Konteks penyelidikan terkait kepemilikan granat, senjata api dan ratusan amunisi milik Made Sutama alias Minggik, kini ‘diambil alih’ TNI Kodam IX Udayana. Setidaknya, Pomdam Kodam IX Udayana telah memeriksa 30 anggota Kodam, 7 diantaranya diperiksa intensif. Diduga persenjataan yang dimiliki Minggik diperoleh dari Timor-timor (timtim). Penangkapan Minggik dan penemuan 2 buah granat, 7 pucuk senjata api (jenis Colt dan FN) dan ratusan amunisi aktif di rumahnya di Jalan Wibisana utara Denpasar, Rabu (27/02) lalu, membikin telinga jajaran Kodam memerah. Patut dimaklumi, beberapa senjata api jenis FN, termasuk granat, yang dimiliki Minggik, identik dengan senjata yang dimiliki Tentara.
Jadi, Kodam ingin menepis anggapan masyarakat, bahwa persenjataan yang dimiliki pentolan preman bandar togel TSSM itu, merupakan pasokan dari TNI. Walhasil, penyidik Pomdam Kodam IX Udayana bergerak cepat, memeriksa orang-orang yang dicurigai. Komplitnya, ada 30 anggota Kodam mulai diperiksa seminggu lalu. Puluhan prajurit berbaju loreng itu, diperkirakan orang – orang yang memiliki kedekatan erat terhadap Made Sutama alias Minggik. “Dari pemeriksaan 30 prajurit mengerucut menjadi 15 anggota. 7 prajurit sedang menjalani pemeriksaan intensif di Pomdam IX Udayana. 1 prajurit diperiksa mendalam karena teman Minggik,” ucap sumber yang enggan ditulis namanya.
Dikatakan sumber, salah seorang anggota Kodam yang diperiksa secara spesifik oleh satuan Pomdam, adalah Kopral Ag yang diindikasi geng-nya Minggik. Hal ini terkait, saat penggerebekan di rumah Minggik, polisi menemukan helm baja milik Kopral Ag. Helm baja itu kini dijadikan barang bukti Polda Bali. Kenapa mereka diperiksa ? Menurut sumber, puluhan prajurit Kodam yang menjalani pemeriksaan, adalah prajurit yang pernah ditugaskan dalam pengamanan wilayah perbatasan Timtim, pasca pemerintahan presiden Xanana Gusmao.
Dan, diperkirakan, sepulang dari pengamanan Timtim, mereka diam-diam mengangkut persenjataan dan menjualnya di Bali, termasuk dugaan menjual ke Minggik seharga Rp 5 juta. Berseberangan dengan itu, sumber mengatakan, salah satu jenis senjata api yang dijual ke Minggik, yakni jenis FN (kaliber masih belum jelas). Senjata jenis FN tersebut dulunya senjata api sitaan. Pernah di proses di Direktorat Polda Bali tahun 1996 lalu, dimasa kepemimpinan Kaditserse (dulu, Kepala Direktorat Reserse Polda Bali), Kombes Surya Darma. Entah bagaimana ceritanya, senjata tersebut berada di tangan (alm) Letkol Inf Moko. “Almarhum Letkol Inf Moko, meninggal over dosis. Sebelum meninggal dunia, senjata api jenis FN sudah dijual ke Minggik seharga Rp 5 juta,”ucapnya.
Apa kata Panglima Kodam IX Udayana Mayjend TNI GR Situmeang menyangkut hal ini ? Jenderal asal Sumatera Utara itu pun membantahnya. Dihubungi wartawan via telpon, kemarin sore, Pangdam mengatakan, tidak ada pemeriksaan prajurit yang bertalian erat dengan senjata api milik Minggik. Ditegaskannya, jika ada pemeriksaan akan berlangsung di Pomdam dan sepengetahuan Pangdam sendiri. Namun, sampai saat ini menurutnya, belum ada indikasi prajurit terlibat. “Sejauh ini belum. Indikasi-indikasi itu seperti melakukan pelacakan radio (radio komunikasi milik TNI yang disita dari rumah Mingik), diduga diperoleh dari Timtim dan Kupang. Mungkin dibawa dari Kupang ke Bali,”tegas Jenderal berdarah batak itu. Walau demikian, Pangdam meluruskan, apalagi ditemukan indikasi prajurit Kodam terlibat dan pemasokan senjata ke Minggik akan dikenakan sanksi tegas.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5994 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4675 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2656 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2316 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2235 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan