Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Adegan Hot Direkam HP, ABG Berpakaian SMP
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dua mucikari KAA (26) dan KA (33), sangat kelewatan. Selain memperalat para korban untuk dijual kepada pria hidung belang, tiga korban yakni berinisial NKF (16), NKN (15) dan LN (22), harus menanggung malu. Pasalnya, adegan mesum mengenakan pakaian SMP itu, direkam lewat video ponsel. Dua tersangka sengaja merekam adegan ngejos, sekadar menakut-nakuti korbannya. Polisi menemukan sejumlah adegan porno yang terekam di kamera handphone milik dua germo itu.
Dalam pembuktian polisi, berdasarkan keterangan tersangka, membenarkan, setiap kali korban dijos lelaki hidung belang, selalu direkam melalui kamera handphone. Uniknya, sebelum masuk Hotel, para korban selalu mengenakan pakaian SMP. Ini diartikan, agar para pelanggan merasa betah dan menilai perempuan yang diajak mesum dari kalangan perempuan baik-baik. “Adegan mesum banyak ditemukan di ponsel mucikari. Korbannya selalu mengenakan pakaian SMP. Tujuan tersangka merekam adegan itu, kemungkinan untuk menakut-nakuti korban, supaya tidak kabur,” bisik sumber.
Modus operandi dengan merekam setiap adegan jos, membuat para korbanya tidak berkutik. Sehingga mayoritas para korban cenderung menuruti perintah sang mucikari kakak beradik itu. ''Gambar yang terekam di kamera masih diselidiki. Belum bisa dipastikan apakah itu korban atau lelaki hidung belang, ataukah gambar orang lain yang ditutup tersangka mucikari. Soalnya, gambar hanya tampak setengah badan dan wajah tidak terlihat,’ ungkap sumber. Dijelaskan sumber, hasil penyelidikan lanjutan penyidik, ada satu tambahan korban yakni berinisial NWS (22). Namun, saat itu, wanita muda yang tinggal di Jalan Tangkuban Perahu ini, belum sempat di-booking para pelanggan.
''Inisialnya NWS, saat itu belum dibooking. Sementara, tiga korban lainnya sudah beberapa kali dijadikan korban nafsu bejat lelaki hidung belang,'' ungkapnya. Menyangkut tarif sekali ngejos, sumber mengatakan, masing-masing korban ditarif antara Rp 300 ribu - Rp 500 ribu. Kemungkinan besar, kata sumber, kedua germo menjual para korban di atas satu juta. ''Pembagiannya tergantung sang mucikari. Kalau tarif korban hingga mencapai Rp 1 juta, korban mendapat bagian Rp 500 ribu,'' jelasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 442 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan