Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
PLTU Celukan Bawang Terancam Batal
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak terancam batal, menyusul terganjalnya upaya pembebasan sejumlah lahan milik masyarakat. Sebanyak 190 KK, hingga Selasa (8/4) belum menerima ganti untung atas pemanfaatan lahan mereka untuk proyek PLTU.
Para warga di sekitar kawasan rencana pembangunan PLTU masih melakukan negosiasi dengan pihak investor dimediasi oleh Pemkab Buleleng. “Pihak pemerintah telah melakukan pertemuan dengan masyarakat dan investor secara door to door kepada masyarakat pemilik lahan di sekitar areal proyek. Investor diminta mengangkat harga dari harga awal lima belas juta per are,” ungkap Camat Gerokgak, Ida Bagus Susrama.
Dari hasil pertemuan kepada warga pemilik lahan menurut Camat Gerokgak Ida Bagus Oka Susrama telah ada kesepakatan investor untuk menaikan harga bangunan dengan tambahan dua puluh persen. "Ini sudah ada kesepakatan dan warga masih menunggu realisasi,” ujar Oka Susrama. Sebelumnya, guna memenuhi pasokan listrik untuk wilayah di Propinsi Bali, PT. General Energy Bali membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap, PLTU di Desa Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak dengan memanfaatkan lahan seluas 67 hektar.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun