Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 31 Juli 2026
KPUD Bali Tunggu Peran Pemantau Asing
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD) Bali berharap lembaga-lembaga yang ingin terlibat untuk turut serta dalam pengawasan pelaksanaan Pilkada Bali sebagai pemantau sukarelawan segera mendaftarkan diri. KPUD Bali juga berharap adanya peran dari pemantau asing. Harapan ini disampaikan langsung Ketua KPUD Bali Anak Agung Wisnumurti, M.Si dalam acara sosialisasi tahapan Pilkada Bali di Sanur (10/4).
“Kami menunggu keterlibatan para pemantau sukarela, silakan segera mendaftarkan diri, termasuk juga para pemantau asing” kata Wisnumurti. Menurut Wisnumurti, keterlibatan pemantau dalam Pilkada sangat penting artinya, untuk membantu mengawasi jalannya pelaksanaan Pilkada. Namun Wisnumurti mengakui hingga kini belum ada oerganisasi atau lembaga yang mendaftarkan diri sebagai pemantau.
“Bagi lembaga atau organisasi yang ingin berperan sebagai pemantau diharapkan segera mendaftarkan diri ke KPUD Bali, agar kami bias segara mencatat dan melakukan verifikasi” jelas Wisnumurti. Wisnumurti berharap para pemantau asing juga segera mendaftarkan diri seperti pada saat Pemilu legislative dan Pilpres tahun 2004. Berdasarkan catatan KPUD Bali, beberapa pemantau asing yang pernah terlibat dalam Pilpres tahun 2004 diantaranya pemantau dari Amerika, Uni-Eropa dan Jepang.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3922 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 3124 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2116 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2063 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun