Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Mayat Orok Perempuan Gegerkan Batuan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Orok perempuan gegerkan Batuan, Sukawati Kamis (17/4). Orok yang sudah membiru tak bernyawa ini ditemukan nyangkut di Sungai yang terletak di perbatasan Banjar Tengah dengan Banjar Jeleka, Batuan, Sukawati. Berdasarkan informasi yang diperoleh Beritabali.com, kejadian menghebohkan itu terjadi pada pukul 13.00 Wita, kala itu sejumlah anak SD sedang pulang sekolah, salah satu anak sekolah yang bernama Desak Arista berteriak begitu menoleh ke arah sungai ada mayat orok yang ngambang dan nyangkut diantara bebatuan serta ditutupi dedaunan.
Melihat kejadian ini, Arista langsung melaporkan ke Kelian Dusun Banjar Tengah, I Ketut Tantra kemudian diteruskan ke Prebekel Batuan, I Nyoman Netra. Kemudian bersama warga dan aparat kepolisian orok yang diprediksi dibuang 3 hari yang lalu ini mengambil orok tersebut, untuk dibawa ke RS Sanjiwani. "Kami masih menyelidiki kasus ini, " kata Kapolsek Sukawati AKP Dewa Made Adnyana. Lebih jauh, Adnyana mengatakan diperkirakan kalau orok yang masih berisi tali pusar tersebut, dibuang begitu saja oleh orang tuanya yang tak bertanggungjawab. "Kami sampai sekarang masih mengejar pelakunya," jelasnya Kapolsek muda ini singkat.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2806 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1976 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun