Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Dipicu Masalah Telpon, Istri Dihajar Hingga Memar
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang melibatkan pasangan suami istri kembali terjadi di Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng. Dipicu masalah telpon, seorang suami nekat menghajar istrinya hingga mengalami luka memar, sehingga Rabu (23/4) masalah itu dilaporkan ke Polres Buleleng.
Aksi kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan Komang Sukrawa (35) terhadap istrinya, Luh Suarmi (30) berawal saat pelaku Sukrawa menerima panggilan telpon, selintas sang istri curiga dan bertanya kepada suaminya, namun dijawab tidak tahu kemudian keluar rumah, mendapat jawaban demikian korban Suarmi semakin curiga dan mengikuti suaminya.
“Akibat curiga istrinya itu, hingga kemudian suaminya marah dan memukul sang istri secara bertubi-tubi hingga mengakibatkan luka memar pada mata kiri akibat pukulan yang telak dari pelaku,” ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol. I Made Sudirsa.
Kasus kekerasan dalam rumah tangga di Lingkungan Ketewel, Kelurahan Panarukan sedang diproses di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak, PPA Sat Reskrim Polres Buleleng dengan pemeriksaan korban Luh Suarmi dan sejumlah saksi, “kasus ini sudaj kita tindak lanjuti,” ujar Sudirsa.
Dari laporan Luh Suarmi di Mapolres Buleleng menyebutkan, suaminya Komang Sukrawa memukul sebanyak lima kali dengan kedua belah tangan secara mengepal yang mengakibatkan mata sebelah kiri mengalami luka memar dan secara medis telah dikuatkan oleh visum.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan