Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Warga Resah Karena Pencuri Dilindungi Aparat Desa
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pencurian kayu di hutan lindung Desa Pangkung Paruk kini marak terjadi. Beberapa warga mengaku resah karena praktik pencurian kayu ini terus dibiarkan, dan ada indikasi dilindungi oleh aparat desa setempat. Salah seorang warga yang mengeluhkan hal ini adalah Putu Suartha.
“Beberapa waktu lalu pecalang dan polisi hutan menemukan 16 batang kayu jati gelondongan diameter 40-50 centimeter di rumah beberapa orang warga di Desa Pangkung Paruk, Seririt, Singaraja. Oleh warga setempat, kayu ini diakui sebagai hasil penebangan illegal di hutan lindung setempat. Selanjutnya kayu tersebut diamankan di kantor Desa Pangkung Paruk,” jelas Putu.
Menurut Putu, keresahan warga desa mulai muncul karena maslah illegal loging ini ternyata sudah diselesaikan secara damai oleh kelian adat (pemuka adat) dan kepala desa dengan membayar uang damai antara Rp 800 ribu hingga Rp. 1.800.000. “Selanjutnya ada warga yang melaporkan masalah ini ke dinas kehutanan di Denpasar, sehingga ada rencana Polisi kehutanan datang lagi ke Desa Pangkung Paruk hari ini jam 9 pagi,” jelas Putu Suartha.
Masalah pencurian kayu di hutan lindung Desa Pangkung Paruk, kata Putu, sudah berlangsung lama. “Kami berharap diselesaikan secara hukum sehingga bisa memberi efek jera kepada yang lainya. Jika selalu didamaikan dengan uang damai, maka penebangan liar akan tetap terjadi. Kami berharap hutan kami tetap lestari,” pungkasnya. (bob
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan