Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Winasa: Jika Dirusak, Ya Kita Pasang Lagi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Malam ini, Rabu (30/4), pasangan calon Gubernur Gede Winasa dan Alit Putra Meluncurkan tanda Gambar mereka yang baru. Tanda gambar ini nantinya akan digunakan untuk pembuatan stiker, baliho, dan sebagainya. Tanda gambar pasangan calon Gubenur Gede Winasa dan Alit Putra yang diluncurkan ini, penuh dengan bahasa simbol, seperti dua buah payung (tedung Bali) berwarna merah dan kuning, udeng (ikat kepala) kedua pasang calon yang berwarna putih, dan berbagai macam simbol-simbol penuh makna lainnya.
Dalam tanda gambar ini, baik Winasa maupun Alit Putra sama - sama mengenakan udeng putih, baju putih, dan jaket warna hitam, dan sama-sama mengenakan tanda bros berlambang swastika (lambang agama Hindu). Tanda gambar yang diluncurkan malam ini nantinya akan digunakan untuk keperluan pembuatan stiker, baliho, dan berbagai kepentingan kampanye lainnya.
Bagaimana jika baliho dengan tanda gambar yang baru kembali dirusak orang seperti kejadian di Tabanan? "Kalau dirusak, ya kita pasang lagi yang baru. Kita tidak akan terlalu mempersoalkannya," kata Winasa usai peluncuran tanda gambar. Sementara salah satu anggota tim advokasi pasangan Winasa-Alit Putra, OC Kaligis menyatakan, jika diminta, dirinya siap melakukan advokasi jika kembali terjadi pengerusakan atau pencabutan baliho pasangan cagub Win-Ap, seperti yang terjadi di Kabupaten Tabanan beberapa waktu lalu.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1972 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1750 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1734 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1529 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun