Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Uang Banyak, SDM Pintar, Tapi Miskin
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Dr I Made Suwandi, Msoc.Sc, Direktur Urusan Pemerintahan Daerah, Depdagri menyampaikan bahwa secara fisik dan infrastruktur Klungkung sudah bagus, akan tetapi rakyatnya belum makmur. Bahwa belum tercapainya pemerataan kesejahtraan kepada rakyat justru karena ada kesalahan manajemen pemerintahan. “Uang negara lebih banyak untuk ongkos tukang (PNS, biaya perjalanan, protokoler dan ATK).Jadi uang yang terserap oleh rakyat hanya 30% saja. “30% itu pun belum biaya administrasi dan ongkos rekanan,” jelasnya.
Jadi rakyat menikmati apanya?,” tanyanya. Hal ini diungkapkannya ketika mensosialisasikan “Calon Independen dalam Pilkada." Yang bertempat di Tower Hotel Klungkung, Minggu (18/5). Klungkung, menurutnya, secara fisik dan infrastruktur sudah bagus, akan tetapi rakyat belum makmur. “55% rakyat Klungkung petani, tapi tidak pernah makmur. Artinya pemerintah daerah harus memajukan pertanian,” jelasnya Diterangkannya Rp 384 milyar uang yang dikelola Pemda Klungkung berasal dari pusat, artinya dengan uang itu seharusnya masyarakat Klungkung sudah sejahtera. “Uang banyak, negeri subur, manusia pintar-pintar kok tetap miskin, yang salah adalah pengelolaan dan programnya,” pungkasnya.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 660 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 622 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 380 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 322 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun