Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Ibu Gorok Bayinya Hingga Tewas
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Diduga menderita depresi berat dan himpitan ekonomi yang berat, seorang ibu tega menggorok anaknya yang baru berumur 1,5 tahun hingga tewas. Usai menggorok balitanya, ia berusaha bunuh diri dengan mengiris pergelangan tangannya dan menusuk ulu hatinya dengan pedang, namun berhasil diselamatkan suaminya. Kejadian tragis ini terjadi di jalan Nangka Utara Gg Sari Dewi 20, Banjar Tonja, Denpasar.
Menurut keterangan suami pelaku, Herman, kejadian tragis ini berawal saat istrinya yang juga pelaku mengetahui dirinya punya hutang setoran sebagai supir angkot sebesar Rp 400 ribu atau 2 minggu setoran. Pelaku Nuryani (32) kemudian meminta suaminya untuk menjual TV mereka guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun permintaan ini ditolak Herman. Setelah menolak permintaan istrinya, Herman kemudian keluar rumah bersama anak pertamanya. Sementara istri dan anak keduanya, Heriansah (1,5), ditinggal di rumah.
Sepeninggal Herman, Nuryani yang asal Tirta Gangga Karangasem ini kemudian langsung menghunus sebilah pedang dan langsung menggorok bagian belakang leher anak keduanya hingga tewas. Setelah membunuh anaknya, ia mencoba bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya dan menusuk ulu hatinya. Kejadian ini kemudian diketahui Herman setelah pulang ke rumah. Melihat pemandangan mengerikan di kamar rumah kosnya, Herman langsung berteriak minta tolong.
Nuryani akhirnya berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit Bhakti Rahayu Denpasar. Dalam perjalanan ke rumah sakit pelaku terus berteriak minta agar dibiarkan mati. Sementara jenazah anaknya dibawa ke RSUP Sanglah. Kasus ini kini tengah ditangani Polsek Denpasar Timur.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli