Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Kunjungan Wisman AS Diprediksi Tumbuh 15 Persen
Tuban
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pencabutan travel warning diprediksi akan semakin menggairahkan dunia pariwisata Indonesia. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata memperkirakan tingkat kunjungan wisatawan Amerika ke Indonesia tahun ini akan meningkat 15 persen.
Prediksi tersebut disampaikan menyusul pencabutan travel warning atau peringatan larangan berkunjung yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat.
Sekjen Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Wardiyatmo dalam keterangan Pers, Selasa (27/5), menyampaikan pada dasarnya tingkat kunjungan wisatawan Amerika Serikat mengalami peningkatan secara stabil dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
Wardiyatmo berharap pencabutan travel warning oleh pemerintah Amerika tidak saja membawa efek bagi peningkatan kunjungan wisatawan dari Amerika tetapi juga peningkatan kunjungan wisatawan dari benua Eropa.
“Pencabutan travel warning diharap akan memberikan pengaruh pada kunjungan wisatawan mancanegara lainnya. Pencabutan travel warning ini memang mempunyai implikasi yang besar terhadap wisatawan dari Eropa maupun Australia”papar Wardiyatmo
Wardiyatmo menambahkan, dalam 3 tahun terakhir rata-rata tingkat kunjungan wisatawan Amerika ke Indonesia mencapai 150 ribu wisatawan pertahun.
Wardiyatmo berharap pencabutan travel warning oleh pemerintah Amerika akan membuka peluang yang lebih besar untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada tahun ini yang mencapai 7 juta wisatawan. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3341 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 793 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 774 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan