Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Terlilit Hutang, Weta Takut Pulang
Semarapura
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Made Weta (40) asal Banjar Telaga, Desa Kutampi kaler, Nusa Penida, sejak tiga hari lalu tidak berani pulang ke kampung halamannya, karena tidak bisa membayar hutang tetangganya.
Hingga saat ini, Made Weta menumpang di rumah kerabatnya Nengah Pasek (56), di Banjar Pengalon, Desa Angantelu, Karangasem.
Kasus hutang piutang ini bermula saat putri Made Weta, Ketut Suartini, terluka parah setelah tertabrak kendaraan dan dirawat di RSUP Sanglah Denpasar.
18 Juni 2008 lalu anaknya dinyatakan sembuh dan sudah bisa pulang. Untuk menebus biaya pengobatan anaknya, Weta meminjam kalung emas tetangganya, Nyoman Sinta. Kalung emas itu lalu digadaikan seharga Rp 2 juta.
Made Weta yang tergolong keluarga tidak mampu kemudian berusaha untuk meminta bantuan kepada Pemkab Klungkung, agar bisa membantu pencairan dana bantuan keluarga miskin. Jika cair, uang bantuan Pemkab ini rencananya akan digunakan menebus kalung emas tetangganya.
Made Weta hari ini, Senin (23/6) mendatangi ke Kantor Bupati Klungkung. Ia kemudian diantar ke ruang asisten II oleh Kabag Humas Pemkab Klungkung, I Nyoman Mudarta.
“Kalau belum dapat uang, saya belum berani pulang pak, takut ditagih terus,” ujarnya lirih. (igs)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun