Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Suami Gerebek Istri Main ‘Kuda Lumping’
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pasangan kumpul kebo, SA dan AS, Rabu (26/6) digerebek. Mereka ditemukan sedang bermain ‘kuda lumping’ di kamar kos AS, di Jalan Tukad Pakerisan Gang IV Panjer, Denpasar. Pengerebekan itu disaksikan, BU (34) suami dari SA dan aparat kepolisian.
BU (34) lelaki asal Bangli, memang seorang suami yang tabah. Dia sudah lama mencium gelagat tak baik istrinya, SA, yang kadang uring-uringan. Minta pindah kos tanpa alasan yang jelas. Padahal selama ini, dalam pengakuan BU ke polisi, dia tidak pernah menyakiti hati istrinya.
Alasan pindah kos sang istri, terendus juga. Rupanya dia selingkuh dengan lelaki lain sebut saja AS. Cerita perselingkuhan ini terbongkar setelah BU melacak keberadaan sang istri.
“BU mengetahui istrinya berada di kamar kos AS di Jalan Tukad Pakerisan Panjer Denpasar," jelas sumber petugas.
Merasa harga dirinya terinjak-injak, BU melaporkan kasus perselingkuhan istrinya ke Poltabes Denpasar. Walhasil, bersama dengan petugas, BU memergoki istrinya di kamar. Parahnya, saat penggerebekan berlangsung, keduanya ditemukan lagi bugil, mungkin lelah habis bermain ‘kuda lumping.’
Dalam keterangan SA ke polisi, AS adalah kenalanannya yang bekerja sebagai tukang pijat. Mereka sudah membina hubungan sejak tahun 2007. Tak bisa dibayangkan, dalam setahun itu sudah berapa kali SA ‘dipijat’ oleh AS. Kini, pasangan selingkuh itu mendekam di tahanan Poltabes Denpasar. (Spy)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan