Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Polri-AFP Kerjasama Transnational Crime
Denpasar
Selasa, 8 Juli 2008,
20:56 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polri mulai pasang badan dalam mengungkap kejahatan transnational crime. Mulai besok, Rabu (9/7), Australian Federal Police (AFP) dan Polri, akan menanda-tangani MoU (Memorandum Of Understanding), kerjasama dalam bidang pengungkapkan kejahatan seperti teroris, narkotika, human trafficking dan sebagainya.
Kerjasama ini mendapat antusiasme dari Comissioner Australian Federal Police, Michael Keelty. Jenderal bintang tiga ini, Selasa (8/7), bersama Kapolri Jenderal Pol. Drs. Sutanto, berkunjung ke Polda Bali.
Maksud kedatangan tiada lain, adalah untuk mengecek kesiapan perkantoran baru TNCT (Transnational Crime Coordination Team), berpusat di gedung 911, persis di belakang Mapolda Bali.
Didampingi Kapolda Bali Irjen Pol Drs T. Ashikin Husein, Keelty dan Kapolri melihat-lihat kondisi perkantoran yang telah dilengkapi fasilitas canggih.
Usai menegok kantor TNCT, kepada wartawan, Kapolri mengatakan, kerjasama antara Polri dan AFP adalah untuk meningkatkan keprofesionalan kerja. Sekaligus dalam rangka mengungkap kejahatan-kejahatan transnational crime.
“Tentunya, dengan kerjasama ini diharapkan anggota bekerja efektif, menangkal setiap kejahatan,†tegasnya.
Kapolri mengatakan, kerjasama dengan AFP tidak hanya berlaku bagi Polda Bali. Tapi kerjasama ini juga berlaku di Mabes Polri.
Kapolri tidak menjelaskan, seperti apa kecanggihan peralatan yang dimiliki TNCT. Akan tetapi, mantan Kapolda Sumatera Utara ini mengungkapkan, kerjasama tersebut sudah sangat membantu Polri dalam bidang penyidikan dan penyelidikan.
“Nantinya Kapolda Bali yang akan menjelaskan dimana saja tingkat-tingkat kerawanan yang ada di Bali,†ucapnya.
Keuntungan bagi Indonesia, tegas Kapolri, adalah mengefektifkan kemampuan anggota dilapangan, dalam rangka mengungkap jenis-jenis kejahatan transnational crime, seperti narkotika, teroris, human trafficking dan sebagainya.
“Untuk meningkatkan kemampuan anggota. Polri sekarang sudah berpengalaman dalam menangani kasus kasus seperti terorisme, dibanding tahun-tahun lalu,†terangnya.
Dibagian lain, Kapolda Bali Irjen Pol T. Ashikin Husein menerangkan, TNCT masih dibawah kendali Reskrim. Orang-orangnya pun diambil dari petugas Reskrim. Sementara ini, ada 16 perwira yang bergabung di TNCT dikomandoi Kompol Tri Kuncoro.
Nantinya, tim kecil ini jumlahnya akan bertambah dan direkrut dari satuan intelkam, Narkoba, Samapta dan Lantas. (Spy)
Kerjasama ini mendapat antusiasme dari Comissioner Australian Federal Police, Michael Keelty. Jenderal bintang tiga ini, Selasa (8/7), bersama Kapolri Jenderal Pol. Drs. Sutanto, berkunjung ke Polda Bali.
Maksud kedatangan tiada lain, adalah untuk mengecek kesiapan perkantoran baru TNCT (Transnational Crime Coordination Team), berpusat di gedung 911, persis di belakang Mapolda Bali.
Didampingi Kapolda Bali Irjen Pol Drs T. Ashikin Husein, Keelty dan Kapolri melihat-lihat kondisi perkantoran yang telah dilengkapi fasilitas canggih.
Usai menegok kantor TNCT, kepada wartawan, Kapolri mengatakan, kerjasama antara Polri dan AFP adalah untuk meningkatkan keprofesionalan kerja. Sekaligus dalam rangka mengungkap kejahatan-kejahatan transnational crime.
“Tentunya, dengan kerjasama ini diharapkan anggota bekerja efektif, menangkal setiap kejahatan,†tegasnya.
Kapolri mengatakan, kerjasama dengan AFP tidak hanya berlaku bagi Polda Bali. Tapi kerjasama ini juga berlaku di Mabes Polri.
Kapolri tidak menjelaskan, seperti apa kecanggihan peralatan yang dimiliki TNCT. Akan tetapi, mantan Kapolda Sumatera Utara ini mengungkapkan, kerjasama tersebut sudah sangat membantu Polri dalam bidang penyidikan dan penyelidikan.
“Nantinya Kapolda Bali yang akan menjelaskan dimana saja tingkat-tingkat kerawanan yang ada di Bali,†ucapnya.
Keuntungan bagi Indonesia, tegas Kapolri, adalah mengefektifkan kemampuan anggota dilapangan, dalam rangka mengungkap jenis-jenis kejahatan transnational crime, seperti narkotika, teroris, human trafficking dan sebagainya.
“Untuk meningkatkan kemampuan anggota. Polri sekarang sudah berpengalaman dalam menangani kasus kasus seperti terorisme, dibanding tahun-tahun lalu,†terangnya.
Dibagian lain, Kapolda Bali Irjen Pol T. Ashikin Husein menerangkan, TNCT masih dibawah kendali Reskrim. Orang-orangnya pun diambil dari petugas Reskrim. Sementara ini, ada 16 perwira yang bergabung di TNCT dikomandoi Kompol Tri Kuncoro.
Nantinya, tim kecil ini jumlahnya akan bertambah dan direkrut dari satuan intelkam, Narkoba, Samapta dan Lantas. (Spy)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3874 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2079 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2007 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1919 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1781 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026