Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Jusuf Kalla: 40-45% APBN Untuk Bayar Hutang
Nusa Dua
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Jusuf Kalla mengatakan 40 sampai 45% dana APBN saat ini digunakan untuk subsidi dan bayar hutang dan bunganya. Sedangkan dana yang dipakai untuk pembangunan berkisar Rp 550 triliun sampai Rp 600 triliun.
Tahun ini APBN mencapai Rp 1000 triliun yang merupakan tertinggi dalam sejarah. Namun sekitar 320 triliun terpakai untuk subsidi, seperti BBM, pangan (raskin). Bila ditambah lagi dengan bunga dan cicilan hutang hampir mencapai Rp 400 triliun.
"Jadi 40-45 persen dana APBN larinya menguap lewat knalpot, lari ke makanan, dan listrik. Yang dipakai untuk pembangunan berkisar Rp 550 triliun sampai Rp 600 triliun," papar Kalla dalam sambutannya pada acara Munas XIII Hipmi, Minggu (20/7).
Kalla mengkalkulasi, bila tidak ada lagi yang memakai minyak tanah, maka dalam tiga tahun bisa menghemat Rp 70 triliun. Dan pada 2010 diperkirakan mampu memberikan pendapatan tambahan sampai Rp 200 triliun. Bila itu terjadi, maka dana tersebut bisa digunakan membangun berbagai fasilitas, seperti rumah sakit, sekolah dan lainnya. Dan pada posisi 2010 itu pula pertumbuhan ekonomi diprediksi akan tumbuh 3%.
Kalla yang juga dikenal sebagai pengusaha sukses ini mengingatkan peserta Munas, bahwa potensi pengusaha Indonesia tidak kalah dengan kemampuan pengusaha luar negeri. Untuk itu, pengusaha dalam negeri sudah sepatutnya ikut membangun bangsa, jangan sampai dikalahkan orang asing. (sss)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan